Geger Inovasi Pendidikan! Budidaya Jamur Tiram Masuk SD, Cetak Wirausahawan Cilik Masa Depan

Malang — Dunia pendidikan kembali diguncang! Kali ini, SDN Percobaan 1 Kota Malang bersama Universitas Negeri Malang (UM) menyulut revolusi pendidikan dengan meluncurkan program luar biasa: Budidaya Jamur Tiram sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis kewirausahaan untuk siswa sekolah dasar!
Diprakarsai oleh Dr. Dani Irawan, M.Pd dan tim pengabdi berdedikasi dari Program Profesi Guru (PPG) PGSD UM, program ini menyasar langsung jantung persoalan pendidikan dasar: rendahnya literasi kewirausahaan dan minimnya praktik nyata di kelas! Tapi siapa sangka, jawabannya datang dari makhluk mungil berpayung putih: jamur tiram!
“Jamur bukan hanya untuk dimasak, tapi juga untuk membangun karakter dan jiwa bisnis sejak dini,” tegas Dr. Dani dalam sambutannya. Melalui pendekatan learning by doing, siswa tidak hanya belajar menanam, merawat, dan memanen jamur, tapi juga mengolah, mengemas, hingga memasarkan produknya dalam simulasi mini market di sekolah!
Program ini tidak main-main. Dengan dukungan dana internal UM tahun 2025, tim pengabdi menggandeng guru, mahasiswa PPG, dan warga sekolah untuk membentuk Student Mini-Entrepreneur Team (SMET)—kelompok siswa wirausaha kecil yang siap jadi CEO masa depan! Ditambah dengan starter kit jamur tiram White Oyster, pelatihan intensif, modul pembelajaran lintas mata pelajaran, hingga pameran produk, sekolah disulap jadi laboratorium bisnis anak!
Lebih dari sekadar kegiatan, program ini adalah manifestasi konkret dari SDGs poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Tak heran jika luaran program mencakup publikasi di jurnal nasional, HKI atas model pelatihan, video dokumenter edukatif, dan tentunya... artikel ini yang sedang Anda baca di media nasional!
Kepala SDN Percobaan 1 Malang, Sri Mursinah, S.Pd, M.Pd menyatakan, “Anak-anak sangat antusias! Mereka bangga bisa membawa pulang hasil panen sendiri. Ini bukan hanya pelajaran, ini pengalaman hidup.”
Inovasi ini juga menciptakan efek domino: peningkatan literasi kewirausahaan, penguatan karakter mandiri dan ekologis, serta transformasi pembelajaran konvensional menjadi interaktif dan penuh makna. Bahkan, pihak sekolah telah berkomitmen mengintegrasikan program ini ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler secara berkelanjutan.
Bayangkan, di usia SD anak-anak sudah belajar produksi, distribusi, branding, bahkan simulasi transaksi! Mereka tidak hanya tahu teori IPA, IPS, atau PPKn—mereka mengalami ekonomi mikro dalam skala nyata.
Dengan visi membangun generasi emas Indonesia, Universitas Negeri Malang sekali lagi membuktikan diri sebagai pionir pendidikan berbasis solusi. Dan siapa sangka, revolusi pendidikan masa depan bisa tumbuh... dari media tanam serbuk gergaji dan sebuah jamur putih mungil!
#JamurUntukMasaDepan #WirausahawanCilik #UMMengabdi #PPGInovatif #SDNBerprestasi










