UM Kembangkan GeoSmart Travel Experience Berbasis Human-Centered Design untuk Perkuat Multi-Destinasi Desa Wisata Probolinggo

Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. dari skema Penelitian Pusat Dana Internal UM Tahun 2026 berhasil mengembangkan GeoSmart Travel Experience Berbasis Human-Centered Design: Integrasi Geokonservasi dan Mental Well-Being Wisatawan untuk Penguatan Multi-Destinasi Desa Wisata Probolinggo. Penelitian ini melibatkan tiga dosen anggota, yaitu Dr. Daya Negri Wijaya, S.Pd., M.A., Annisya’, M.Pd., dan Alma Huwaida, S.Pd., M.A., dua mahasiswa Putri Dwi Kartini dan Rossa Aprillia Putri, serta kolaborasi internasional dengan Assoc. Prof. Dr. Zulkepli Majid dari Universiti Teknologi Malaysia. Mitra penelitian adalah Heri Mulyadi, S.STP., M.Si. dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilaksanakan di lima desa wisata prioritas, yakni Andungbiru, Ngadisari, Negororejo, Dungun, dan Giliketapang, dengan tujuan mengembangkan sistem smart tourism berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) dan Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan pengalaman wisata edukatif, kesejahteraan wisatawan, serta mendukung pengembangan jaringan multi-destinasi berkelanjutan.

  

Pengembangan dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan pendekatan Human-Centered Design (HCD) dan pengujian Structural Equation Modeling (SEM-AMOS). Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, observasi lapangan, pemetaan spasial, wawancara, focus group discussion (FGD), pengembangan prototipe WebGIS dan AR, validasi ahli, pengujian fungsional, hingga implementasi kepada wisatawan. Sistem GeoSmart mengintegrasikan peta digital, navigasi multi-destinasi, konten AR, modul geo-edukasi, geo-wellness, profil budaya, informasi produk lokal, rekomendasi destinasi lanjutan, serta panel pengelola destinasi. Penelitian melibatkan 300 wisatawan sebagai responden yang tersebar merata pada lima desa wisata, sehingga menghasilkan evaluasi komprehensif terhadap kualitas sistem dan pengalaman pengguna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa GeoSmart Travel Experience berhasil dikembangkan sebagai model smart tourism yang mengintegrasikan teknologi digital dengan potensi geologi, budaya, lingkungan, dan ekonomi lokal. Validasi ahli memperoleh rata-rata 88,63% dengan kategori sangat layak, sedangkan seluruh fitur utama sistem dinyatakan berfungsi sesuai rancangan melalui pengujian black-box testing. Analisis SEM menunjukkan bahwa kualitas GeoSmart berpengaruh signifikan terhadap pengalaman geo-edukatif (β = 0,72; p < 0,001) dan pengalaman geo-wellness (β = 0,65; p < 0,001). Pengalaman geo-edukatif juga terbukti meningkatkan kepuasan wisatawan (β = 0,48; p < 0,001), yang selanjutnya mendorong intensi perilaku wisatawan (β = 0,76; p < 0,001) dan mendukung pengembangan multi-destinasi berkelanjutan (β = 0,71; p < 0,001). Luaran penelitian meliputi publikasi jurnal internasional bereputasi, pengajuan HKI, teknologi yang diterapkan, publikasi media massa, prosiding internasional, serta draft buku pariwisata.

Penelitian ini berkontribusi langsung terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi kreatif dan peningkatan daya saing desa wisata berbasis teknologi, serta SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengembangan destinasi wisata yang inklusif, edukatif, berbasis geokonservasi, dan berkelanjutan. Integrasi WebGIS dan Augmented Reality tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memperkuat branding desa wisata, meningkatkan peluang promosi produk lokal, memperluas jaringan multi-destinasi, dan mendukung pelestarian lingkungan serta budaya lokal sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Ketua peneliti, Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa GeoSmart Travel Experience dikembangkan bukan sekadar sebagai media promosi digital, melainkan sebagai ekosistem smart tourism yang menghubungkan teknologi, edukasi, konservasi, dan pengalaman wisata yang bermakna bagi pengunjung. Berdasarkan hasil penelitian, pengalaman geo-edukatif menjadi faktor utama yang menjembatani pemanfaatan teknologi dengan peningkatan kepuasan wisatawan. Tim peneliti berharap inovasi ini dapat diimplementasikan secara lebih luas oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan berbagai desa wisata lainnya sebagai model transformasi digital pariwisata berbasis geokonservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan destinasi yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop