Geger di Songgokerto! UM Luncurkan Mesin Canggih Ubah Lele Jadi Cuan Melimpah

Kota Batu — Sebuah gebrakan besar mengguncang dunia pemberdayaan ekonomi masyarakat! Tim pengabdi Universitas Negeri Malang (UM) hadir membawa teknologi revolusioner ke jantung Kelurahan Songgokerto: mesin pemisah daging dan tulang ikan lele, atau yang mereka sebut “Fishbone Separator”. Bukan sekadar alat, mesin ini adalah harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terkekang oleh fluktuasi harga dan minimnya pengolahan pascapanen!

Dengan dukungan penuh dari Bhabinkamtibmas dan kelompok Mina Brata, masyarakat yang selama ini hanya menjual lele segar dengan harga anjlok saat panen raya—kini bertransformasi menjadi produsen nugget, abon, dan keripik lele bernilai tinggi!

“Inilah saatnya lele tidak hanya digoreng, tapi di-upgrade menjadi produk premium dengan nilai ekonomi berkali lipat,” ujar Dr. Dani Irawan, M.Pd, ketua tim pengabdi penuh semangat.

Bayangkan, dari kolam reaktif berisi ribuan ekor lele, warga kini tak hanya memanen ikan, tapi juga masa depan! Mesin Fishbone Separator rancangan tim UM ini mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga 60%, dan dirancang ramah operator—terbuat dari stainless steel, mudah dibersihkan, tahan karat, dan siap kerja berat.

Tak berhenti di mesin saja, program ini juga membekali warga dengan pelatihan sustainable marketing. Mereka diajarkan cara membangun brand, membuka toko online di Shopee dan Instagram, hingga menjalin mitra dengan koperasi dan toko oleh-oleh wisata. Kota Batu, sebagai surga wisata, menjadi ladang emas baru bagi produk lele lokal yang kini tampil elegan dalam kemasan modern.

“Sebelumnya kami hanya menjual ke pengepul. Sekarang? Produk kami sudah masuk pasar oleh-oleh!” ujar Pak Subandi, Ketua Kelompok Mina Brata, penuh bangga.

Program yang didanai dana internal UM tahun 2025 ini tidak main-main: ditargetkan menghasilkan produk teknologi tepat guna, publikasi jurnal SINTA 4, HKI, buku ajar, video dokumenter, dan berita media nasional. Sebuah paket lengkap pemberdayaan masyarakat yang menginspirasi!

Lebih dari sekadar pelatihan, ini adalah gerakan perubahan. Pendekatan Participatory Action Research yang digunakan memastikan warga bukan hanya penerima manfaat, tapi pelaku aktif yang siap mandiri dan berdaya saing tinggi.

“Ini bukan sekadar inovasi teknologi, ini adalah transformasi ekonomi berbasis lokal yang mengakar dan berkelanjutan,” tegas Dr. Dani.

Kini, aroma abon dan keripik lele khas Songgokerto tak hanya menggoda lidah, tapi juga mengharumkan nama desa di ranah ekonomi kreatif. Lele tak lagi sekadar ikan konsumsi—ia telah naik kelas menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat!

#LeleNaikKelas #MinaBrataBangkit #InovasiUM #IkanJadiEmas #SustainableMarketingSonggokerto

 

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop