Kolaborasi Spektakuler UM! Guru SDN Percobaan 1 Malang Bersiap “Menjelajah Masa Depan” lewat Teknologi AR dan VR

MALANG — Dunia pendidikan Kota Malang kembali bergemuruh! Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim pengabdian luar biasa yang dipimpin oleh Dra. Lilik Bintartik, M.Pd, resmi menggulirkan gebrakan baru dalam dunia pembelajaran: Pelatihan perangkat ajar berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk para guru SDN Percobaan 1 Malang!
Dalam kolaborasi megah antara dosen, mahasiswa, dan alumni Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), program ini tak sekadar pelatihan biasa. Ini adalah revolusi pendidikan yang siap mengguncang metode belajar-mengajar konvensional dan menembus batas-batas ruang kelas. Teknologi imersif seperti AR dan VR, yang dulu hanya bisa ditemui dalam film fiksi ilmiah, kini masuk ke ruang kelas SD—dan hasilnya? Mengagumkan!
Program ini bukan hanya respons terhadap era digitalisasi pendidikan, tapi juga jawaban atas kebutuhan mendesak Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi, fleksibilitas, dan diferensiasi pembelajaran. SDN Percobaan 1 Malang, yang sebelumnya hanya 15% gurunya memanfaatkan teknologi pembelajaran, kini diubah menjadi laboratorium pembelajaran abad ke-21. Para guru dilatih menggunakan Unity 3D, Vuforia, Metaverse Studio hingga Google ARCore—perangkat canggih yang biasa dipakai pengembang profesional.
“Ini bukan sekadar pelatihan teknologi, ini investasi masa depan anak-anak bangsa,” tegas Lilik Bintartik. “Dengan pendekatan learning by doing, kami pastikan para guru benar-benar menjiwai teknologi, bukan hanya mengenalnya.
” Tak tanggung-tanggung, program ini terdiri dari 12 sesi intensif: 4 sesi luring, 6 daring, dan 2 sesi evaluasi. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tapi langsung mengeksekusi—membuat perangkat ajar yang bisa membawa siswa “terbang” ke tata surya, “menyelam” dalam sistem pencernaan manusia, hingga “masuk” ke pembangkit listrik tenaga surya—semuanya dari ruang kelas mereka sendiri.
Dan hasilnya? Siswa tidak lagi bosan, guru makin kreatif, dan semangat belajar meningkat drastis! Berdasarkan survei internal, lebih dari 70% siswa yang awalnya merasa kesulitan memahami materi abstrak, kini justru bersemangat karena bisa melihat, memutar, dan berinteraksi langsung dengan materi pelajaran secara virtual.
Tak hanya berhenti di SDN Percobaan 1, program ini digadang menjadi prototipe nasional. Targetnya: publikasi jurnal nasional dan internasional, HKI, hingga peluncuran buku ber-ISBN sebagai panduan resmi pengembangan media pembelajaran imersif. Bahkan, pelatihan ini akan diabadikan melalui kanal YouTube sebagai inspirasi nasional.
Dengan total pendanaan Rp12 juta dari UM, proyek ini membuktikan bahwa gebrakan besar tidak harus dimulai dengan dana besar, tapi dengan visi besar. Transformasi ini adalah langkah nyata menjawab tantangan pendidikan di era digital, sekaligus menjadikan Kota Malang sebagai pionir revolusi pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia.
Masa depan pendidikan dimulai hari ini, dari Malang untuk Nusantara!





