Revolusi Pembelajaran Digital! UM Hadirkan Asisten Virtual “Berperasaan” untuk Mahasiswa PPG Otomotif

Dunia pendidikan kembali diguncang oleh gebrakan luar biasa dari Universitas Negeri Malang (UM)!

Malang — Dalam era digital yang serba cepat dan penuh tantangan, tim peneliti UM menciptakan inovasi mencengangkan: Pedagogical Agent Emosional-Responsif (PAER), sebuah asisten virtual interaktif yang tidak hanya cerdas, tetapi juga “berperasaan”! Ya, Anda tidak salah baca—agen pembelajaran ini mampu mengenali dan merespons emosi mahasiswa secara real-time!
Inovasi futuristik ini digagas oleh Dr. Dani Irawan, M.Pd bersama tim ahli multidisipliner dari bidang teknologi pendidikan hingga teknik otomotif. Tujuannya? Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran sinkron berbasis Learning Management System (LMS) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selama ini sering dikeluhkan kaku, satu arah, dan membosankan.
“Mahasiswa PPG bidang otomotif bukan hanya butuh teori, mereka butuh empati! Mereka belajar untuk mengajar praktik bengkel dan teknologi mesin yang kompleks. Di sinilah PAER hadir bukan sekadar robot pintar, tapi juga sahabat belajar yang memahami perasaan mereka,” ungkap Dr. Dani dengan penuh semangat.
PAER dikembangkan menggunakan model ADDIE, lengkap dengan teknologi AI dan natural language processing (NLP). Agen ini tak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tapi juga mendeteksi frustrasi, kebingungan, hingga antusiasme mahasiswa, lalu merespons dengan motivasi, arahan teknis, atau bahkan guyonan ringan. Semuanya dilakukan dalam lingkungan virtual LMS yang canggih.
“Bayangkan, ketika mahasiswa frustrasi karena gagal memahami sistem injeksi bahan bakar, PAER akan berkata: ‘Tenang, kamu tidak sendiri. Mari kita pecahkan bersama!’” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam uji coba.
Keberadaan PAER digadang-gadang menjadi pionir dalam pembelajaran digital berbasis empati. Tidak heran jika luaran dari penelitian ini mencakup pengembangan course interaktif lengkap, buku ber-ISBN, artikel jurnal nasional, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Semuanya didanai oleh skema dana internal UM tahun 2025.
Tak hanya itu, roadmap penelitian telah disusun hingga 2027, menjanjikan penyempurnaan PAER menjadi solusi pembelajaran daring yang inklusif, adaptif, dan siap mendobrak batasan ruang dan waktu. Di tengah revolusi Industri 4.0 dan kebutuhan pendidikan masa depan, PAER menjadi harapan baru bagi mahasiswa dan pengajar dalam membangun pembelajaran yang lebih manusiawi.
Dengan semangat transformasi dan inovasi, UM sekali lagi membuktikan bahwa teknologi tidak hanya soal algoritma, tapi juga soal rasa. Sebuah pesan tegas bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya cerdas—ia juga harus peduli.
#PAERUM2025 #InovasiPendidikan #AsistenVirtualEmosional #PPGOtomotif #DigitalEducationRevolution

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop