Inovasi dari UM! Guru dan Mahasiswa PPG Kini Dibekali Asisten AI untuk Taklukkan Jurnal SINTA

Malang — Gelombang revolusi akademik kembali datang dari Universitas Negeri Malang (UM)! Dalam upaya menjawab rendahnya angka publikasi ilmiah guru dan mahasiswa PPG di tanah air, tim pengabdi dari UM menggebrak dunia pendidikan dengan inovasi luar biasa: pelatihan penulisan ilmiah berbantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama EVA—Easy Valuable Assistant.

Dipimpin oleh Dr. Dani Irawan, M.Pd, tim ini tak tanggung-tanggung menyasar jantung persoalan literasi ilmiah di lingkungan vokasi. Berdasarkan survei di SMK PGRI 3 Malang, ditemukan bahwa 78% guru dan mahasiswa PPG belum pernah menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi seperti SINTA, padahal sebagian besar telah memiliki karya tulis dari laporan PTK maupun tugas akhir. Masalahnya? Mereka tidak tahu bagaimana menyulapnya menjadi artikel ilmiah yang layak publish!

“EVA bukan sekadar alat bantu. Ini revolusi. Ini asisten cerdas yang membantu dari A sampai Z—dari menyusun latar belakang hingga memformat kutipan!” ungkap Dr. Dani dengan penuh semangat. EVA mampu mengoreksi struktur tulisan, tata bahasa, memeriksa potensi plagiarisme, hingga memberikan saran logika tulisan. Semua dilakukan real-time dan berbasis AI. Ini seperti memiliki dosen pembimbing pribadi... dalam bentuk digital!

Program pelatihan ini tidak hanya berlangsung dalam bentuk seminar. Dirancang dalam 32 jam pelatihan hybrid (daring-luring), peserta dilatih intensif melalui learning by doing untuk menghasilkan artikel siap submit ke jurnal SINTA 3–6. Materinya komprehensif: mulai dari mengenal klasifikasi jurnal, strategi mencari topik dan referensi AI, hingga praktik langsung menggunakan EVA.

“Sekarang saya lebih percaya diri! EVA bantu saya menulis artikel ilmiah pertama saya dengan struktur yang rapi dan akademis,” ujar salah satu peserta mahasiswa PPG penuh antusias.

Tak berhenti di sana, program ini juga membidik luaran konkret: publikasi artikel ilmiah di jurnal SINTA, buku ajar ber-ISBN, video pelatihan, sertifikat ToT bagi peserta, dan bahkan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk model pelatihan berbasis EVA. Semuanya dikemas dalam semangat transformasi digital pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan dana hibah internal UM tahun 2025, program ini sekaligus menjawab Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemdikbud: hasil kerja dosen yang dimanfaatkan masyarakat dan kelas kolaboratif partisipatif. Tidak hanya guru dan mahasiswa yang mendapat manfaat, tapi seluruh ekosistem akademik sekolah vokasi ikut bergerak maju.

Kini, era guru gagap teknologi telah berlalu. Bersama EVA, mereka melangkah ke panggung akademik dengan penuh percaya diri—mengirimkan artikel, berbicara lewat data, dan berdiri sejajar di forum ilmiah nasional.

#EVARevolusiMenulis #JurnalSINTATakLagiMimpi #UMBerinovasi #PPGNaikLevel #PublikasiTanpaStres

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop