Air Payau Jadi Air Minum? UM Tunjukkan Keajaiban Teknologi di Pantai Gurah!

Blitar — Sebuah terobosan spektakuler kembali digulirkan Universitas Negeri Malang (UM)! Kali ini, tim pengabdi UM mengguncang KHDTK Pantai Gurah di Kabupaten Blitar dengan inovasi luar biasa: mengubah air payau menjadi air siap minum menggunakan teknologi canggih Nanofiltrasi dan Reverse Osmosis (NF-RO)!

Wilayah Pantai Gurah yang selama ini bergulat dengan persoalan air bersih, kini disulap menjadi laboratorium teknologi tepat guna berkelas nasional. “Kami tidak sekadar menghadirkan alat, tapi menciptakan harapan baru bagi masyarakat pesisir,” tegas Dr. Dani Irawan, M.Pd, ketua tim pengabdian yang memimpin proyek ini.

Air payau, yang dikenal tinggi kandungan garam dan logam berat, selama ini menjadi musuh utama kesehatan warga. Namun, dengan sistem NF-RO hasil inovasi tim UM, air tersebut kini dapat diolah menjadi air layak konsumsi sesuai standar WHO. Tak hanya itu, teknologi ini dipadu dengan sistem pretreatment cerdas, seperti koagulasi-flokulasi dan sedimentasi, demi menyaring zat berbahaya sebelum masuk ke sistem filtrasi utama.

Namun UM tidak berhenti pada teknologi! Program ini juga membekali masyarakat dengan pelatihan operasional, perawatan alat, dan yang tak kalah penting: manajemen dan teknik pengemasan produk air minum. Mulai dari desain kemasan yang menarik, teknik penyegelan higienis, hingga strategi pemasaran—semuanya diajarkan untuk menciptakan produk air minum lokal yang siap bersaing di pasaran!

“Kami ingin warga Pantai Gurah tak hanya sehat, tapi juga sejahtera,” kata salah satu dosen anggota tim dengan penuh semangat.

Tak main-main, luaran dari program ini mencakup:

  • Produk teknologi tepat guna NF-RO,
  • Pelatihan intensif berbasis masyarakat,
  • Artikel jurnal nasional,
  • Video dokumentasi,
  • Buku ajar ber-ISBN,
  • Hingga paten HKI atas desain teknologi pengolahan air ini!

Dengan pendanaan dari hibah internal UM tahun 2025, proyek ini tidak hanya menjawab SDG’s poin 6 (akses air bersih), tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi dan sosial. Program ini dirancang berbasis participatory action research, menjadikan warga bukan sebagai objek, melainkan subjek aktif yang mampu mengelola teknologinya sendiri.

Kini, warga KHDTK Pantai Gurah tak lagi menenggak air asin. Mereka meneguk air bersih penuh harapan—hasil tangan mereka sendiri, dibantu teknologi UM yang brilian.

Tes Air Payau
Suasana Demonstrasi

Inilah bukti nyata bahwa teknologi, jika digandeng dengan pendidikan dan pengabdian, bisa mengubah nasib sebuah desa. Air payau bukan lagi kutukan, melainkan berkah.

#AirBersihUntukSemua #InovasiUM #NFROGurah #TeknologiUntukDesa #BlitarNaikKelas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop