UM Kembangkan Edukit Smart Pedagogy Berbasis ASOKA untuk Perkuat Kompetensi TPACK Mahasiswa PPG Otomotif

Universitas Negeri Malang (UM) melalui skema Penelitian Dana Internal UM Tahun 2026 berhasil mengembangkan Edukit Smart Pedagogy Berbasis ASOKA untuk Penguatan TPACK Mahasiswa PPG Otomotif pada Mata Kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran. Penelitian yang diketuai Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. ini melibatkan tiga dosen anggota, yakni Dr. M. Anas Tohir, M.Pd., Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Ahmad, S.Pd., M.Pd., serta dua mahasiswa, Putri Dwi Kartini dan Nia Arlika. Kegiatan dilaksanakan dalam skema Inovasi Pembelajaran PPG dengan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 4, berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, serta bermitra dengan Dr. Muhammad Alfan, M.Pd. selaku Kaprodi PPG UM. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mampu memperkuat kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mahasiswa PPG bidang studi otomotif melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi.

Pengembangan edukit dilakukan menggunakan pendekatan mixed method dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis, tim peneliti mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa melalui observasi, wawancara, angket, telaah kurikulum, serta Focus Group Discussion (FGD). Selanjutnya disusun desain Edukit Smart Pedagogy berbasis sintaks ASOKA (Alami, Sampaikan, Olah, Kaji, dan Aksi) yang dipadukan dengan pendekatan experiential learning, deep learning, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS). Produk yang dikembangkan mencakup panduan implementasi, modul Smart Pedagogy, studi kasus otomotif, instrumen TPACK, media pembelajaran digital interaktif, dan lembar refleksi pedagogik sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar kontekstual mencapai 92%, kebutuhan media digital interaktif 94%, kebutuhan studi kasus otomotif 96%, serta kebutuhan instrumen refleksi pedagogik 90%. Setelah produk dikembangkan, validasi ahli memperoleh nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,92 dengan kategori sangat valid, sedangkan uji kepraktisan memperoleh nilai rata-rata 93,6% yang termasuk kategori sangat praktis. Implementasi Edukit Smart Pedagogy berbasis ASOKA juga menunjukkan keterlaksanaan sintaks pembelajaran sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Dari sisi efektivitas, kompetensi TPACK mahasiswa pada kelas eksperimen meningkat dari 63,84 menjadi 87,62, jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, sementara kemampuan merancang pembelajaran mengalami peningkatan pada seluruh aspek, termasuk integrasi teknologi, penyusunan asesmen autentik, dan refleksi pedagogik. Analisis MANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Wilks’ Lambda = 0,721; F = 8,964; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa edukit mampu meningkatkan kompetensi TPACK mahasiswa secara nyata.

Selain menghasilkan perangkat pembelajaran inovatif, penelitian ini juga menghasilkan berbagai luaran berupa panduan implementasi, modul pembelajaran, media digital interaktif, instrumen TPACK, buku panduan ber-ISBN, produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi ilmiah pada jurnal nasional, publikasi media massa, serta inovasi game learning system berbasis Wordwall. Pengembangan Edukit Smart Pedagogy berbasis ASOKA memperkuat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk pembelajaran yang siap diterapkan dalam ekosistem LMS PPG UM. Inovasi ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan guru vokasi sekaligus mendukung pencapaian SDGs 4 (Quality Education) melalui penyediaan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada pembelajaran bermakna. Tahap evaluasi juga menghasilkan rekomendasi penyempurnaan berupa pengayaan studi kasus otomotif, peningkatan kualitas media interaktif, penyediaan fitur refleksi digital, serta bank soal untuk mendukung implementasi yang lebih luas pada roadmap penelitian 2026–2028.

Ketua peneliti, Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan Edukit Smart Pedagogy berbasis ASOKA dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mahasiswa PPG dalam mengintegrasikan kompetensi pedagogik, konten kejuruan, dan teknologi secara utuh sehingga mampu menghasilkan calon guru vokasi yang lebih reflektif, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan abad ke-21. Sejalan dengan hasil evaluasi penelitian, tim peneliti akan terus menyempurnakan produk melalui pengembangan fitur digital yang lebih komprehensif serta memperluas implementasinya pada Program Profesi Guru sebagai bagian dari hilirisasi inovasi pembelajaran di Universitas Negeri Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop