Pengabdian UM Hadirkan Teknologi LARITA dan Face Fish AI untuk Perkuat Daya Saing Nelayan di KHDTK Gurah Blitar

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menghadirkan inovasi teknologi tepat guna melalui kegiatan bertajuk “Akselerasi Perikanan Tangkap melalui LARITA Terintegrasi Kapal Nelayan dan Face Fish Berbasis AI untuk Pendataan Hasil Tangkapan serta Manajemen Usaha KHDTK Gurah Blitar.” Program yang didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026 dalam skema Pengabdian Masyarakat Tema Khusus ini dipimpin oleh Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Malang bersama tiga dosen anggota, yaitu Dr. Daya Negri Wijaya, S.Pd., M.A., Alma Huwaida Ramadhani, M.A., dan Primasa Minerva Nagari, M.Pd., Ph.D., serta didukung oleh dua mahasiswa, Nike Aulia Septianis dan Silvia Dita Nofita, dengan mitra Supangat selaku Kepala Desa Tugurejo, Gurah, Blitar. Program bertujuan meningkatkan efisiensi penangkapan ikan melalui penerapan teknologi LARITA (Lampu Celup Hemat Energi Terintegrasi Kapal Nelayan) dan Face Fish AI sebagai sistem identifikasi serta pendataan digital hasil tangkapan guna memperkuat manajemen usaha nelayan.

 

 

 

 

Pelaksanaan program dilakukan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan teknologi, pemasangan LARITA pada kapal nelayan, implementasi Face Fish AI, pelatihan operasional, pendampingan teknis, hingga monitoring dan evaluasi. Sebanyak 15 peserta dari kelompok nelayan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tim dosen dan mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator dalam merancang teknologi, mendampingi proses instalasi perangkat, melatih penggunaan Face Fish AI, serta memberikan pelatihan manajemen usaha berbasis data. Sementara itu, mitra menyediakan kapal, lokasi kegiatan, serta terlibat langsung dalam proses pengujian teknologi sehingga transfer pengetahuan berlangsung secara partisipatif dan berkelanjutan.

Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh komponen teknologi dapat berfungsi sesuai rancangan. Secara ilustratif, indeks efisiensi energi meningkat dari 50 menjadi 85, efektivitas pencahayaan meningkat dari 55 menjadi 82, sedangkan kualitas pendataan hasil tangkapan meningkat dari 30 menjadi 86 setelah penerapan Face Fish AI. Selain itu, hasil evaluasi pelatihan memperlihatkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 56,67 pada pretest menjadi 85,27 pada posttest. Program juga menghasilkan berbagai luaran, antara lain publikasi ilmiah yang telah disubmit, publikasi media massa, inovasi teknologi tepat guna berupa LARITA dan Face Fish AI, peningkatan penerapan IPTEK di masyarakat, peningkatan daya saing mitra, penyusunan draft buku, serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Penerapan teknologi tersebut mendorong perubahan praktik nelayan dari sistem konvensional menuju pengelolaan usaha yang lebih hemat energi, terdokumentasi secara digital, dan berbasis data.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan efisiensi usaha dan daya saing kelompok nelayan, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penerapan teknologi yang mendukung pengelolaan perikanan tangkap secara lebih efisien dan berkelanjutan. Selain menghasilkan inovasi teknologi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah desa dalam hilirisasi hasil penelitian menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra menjadi contoh implementasi tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas masyarakat.

 

Ketua pelaksana, Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan LARITA dan Face Fish AI diarahkan untuk membantu nelayan meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data. “Program ini tidak hanya menghasilkan teknologi tepat guna, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengoperasikan, memelihara, dan memanfaatkan teknologi secara mandiri sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga,” ujarnya. Sejalan dengan itu, peserta pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan LARITA, menggunakan Face Fish AI, serta menyusun pencatatan usaha sederhana. Ke depan, Universitas Negeri Malang bersama mitra akan melanjutkan program melalui monitoring penggunaan teknologi, penyempurnaan SOP, pengembangan basis data ikan lokal, evaluasi dampak ekonomi, serta replikasi inovasi kepada kelompok nelayan lainnya sehingga manfaat program dapat semakin luas dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop