Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UM Dorong Transformasi Budidaya Lele–Mujair di Desa Purworejo

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi teknologi melalui kegiatan bertajuk “Transfer Teknologi Solar RAS dan AI Smart Feeding Guna Menurunkan FCR dan Meningkatkan Pendapatan Pembudidaya Lele–Mujair di Embung Desa Purworejo.” Program yang didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026 dalam skema Program Pengembangan Wilayah Mitra (PPWM) ini dipimpin oleh Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. bersama tiga dosen anggota, yaitu Dr. M. Anas Tohir, M.Pd., Evania Yafie, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Annisa Ramadhanty, S.Tr.Par., M.Par., serta didukung oleh dua mahasiswa, Adi Wisnu dan Ilyas Ibnu Ali. Program dilaksanakan bermitra dengan Siswaji selaku Kepala Desa Purworejo di Embung Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 17 peserta dari kelompok pembudidaya lele–mujair. Kegiatan ini bertujuan menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR), meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat manajemen budidaya melalui penerapan teknologi Solar-Powered Recirculating Aquaculture System (Solar RAS) dan AI Smart Feeding.

Pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pelatihan, alih teknologi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Tahapan kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan dan Focus Group Discussion (FGD), dilanjutkan dengan instalasi panel surya, sistem Solar RAS, pemasangan AI Smart Feeding, pengujian pompa, aerator, dan filtrasi, kemudian pelatihan pengoperasian teknologi, perhitungan FCR, pencatatan produksi digital, pendampingan manajemen usaha, hingga monitoring dan evaluasi. Seluruh proses dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra agar teknologi tidak hanya diterapkan, tetapi juga dipahami, dioperasikan, dan dipelihara secara mandiri oleh masyarakat.

Hasil implementasi menunjukkan bahwa teknologi Solar RAS dan AI Smart Feeding berhasil diterapkan untuk mendukung sistem budidaya yang lebih efisien dan berbasis data. Panel surya mulai menggantikan ketergantungan pada energi konvensional, sistem resirkulasi dan filtrasi meningkatkan kontinuitas kualitas air, sedangkan AI Smart Feeding membantu ketepatan pemberian pakan dan pencatatan produksi digital. Grafik evaluasi memperlihatkan peningkatan efisiensi energi dari 50 menjadi 84, ketepatan pemberian pakan dari 52 menjadi 88, serta kualitas pendataan produksi dari 35 menjadi 86. Selain itu, nilai rata-rata peserta meningkat dari 55,35 pada pretest menjadi 86,29 pada posttest, dengan 82,35% peserta telah mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Program juga menghasilkan berbagai luaran berupa publikasi ilmiah, publikasi media massa, inovasi teknologi Solar RAS dan AI Smart Feeding, HKI, draft buku, serta peningkatan penerapan IPTEK dan daya saing masyarakat.

Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha pembudidaya, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penerapan teknologi energi terbarukan dan sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan. Integrasi energi surya, sistem resirkulasi air, kecerdasan artifisial, serta manajemen produksi berbasis data menunjukkan bentuk hilirisasi hasil penelitian menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok pembudidaya menjadi contoh implementasi tridarma perguruan tinggi dalam memperkuat inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Ketua pelaksana, Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini diarahkan untuk membangun sistem budidaya yang lebih efisien, hemat energi, dan berbasis data melalui transfer teknologi Solar RAS dan AI Smart Feeding. “Program ini tidak hanya menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, penyusunan SOP, serta penguatan manajemen usaha agar teknologi dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya berdasarkan substansi laporan. Ke depan, Universitas Negeri Malang bersama mitra akan melanjutkan program melalui penyempurnaan instalasi, finalisasi SOP, pelatihan lanjutan, monitoring satu siklus produksi, evaluasi FCR dan efisiensi energi, analisis usaha, replikasi teknologi di wilayah lain, serta publikasi ilmiah dan penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop